点评:Melangkahkan kaki ke Desa Sade serasa memutar balik jarum jam ke masa lalu. Terletak di Kabupaten Lombok Utara, desa adat ini menyambut saya dengan kehangatan senyum warga lokal yang menjajakan kain tenun warna-warni di sepanjang jalan setapak yang bersih dan tertata rapi.
Bersama pemandu lokal yang begitu ramah dan penuh cerita. Jangan khawatir, para pemandu lokal ini memiliki kemampuan berbahasa Inggris juga, kok. Di sana, saya diajak meresapi arsitektur khas Bale Tani yang berdiri kokoh dari tiang kayu, dinding bambu, dan atap alang-alang. Keunikan paling berkesan adalah ketika saya dan teman-teman dipersilahkan untuk memasuki salah satu dari rumah-nya. Langkah pertama diawali dengan merasakan dinginnya lantai yang dibuat khas dari tanah, abu jerami, dan getah pohon lalu dibersihkan dengan kotoran sapi. Anehnya, lantai itu terasa seperti lantai semen pada umumnya, dingin dan bersih. Tidak ada bau sama sekali. Lalu, ketika mencapai puncak dalam rumahnya yang berundak, terlihat tungku api untuk memasak, sekat yang terbuat dari bambu sebagai kamar, dan beberapa rak di dinding untuk menyimpan barang-barang ritual adat.
Tidak hanya mengunjungi rumah, saya berkesempatan duduk di samping para ibu penenun, mendengarkan dentingan alat tenun kayu tradisional sambil belajar memintal benang. Kain-kain itu nantinya akan dijual kepada para wisatawan. Desa Sade bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah ruang di mana kita bisa sejenak berhenti, bernapas, dan terhubung kembali dengan akar budaya Nusantara yang autentik.
翻译:踏入萨德村,仿佛时光倒流回到了过去。这个传统村落位于北龙目县,当地居民面带温暖的笑容迎接了我;沿着整洁有序的小径漫步,沿途可见他们正在售卖色彩缤纷的织布。
与我同行的是热情友善且博学多闻的当地向导。放心吧,这些向导的英语水平也相当不错。在那里,我得以领略到巴莱塔尼建筑的独特风格:坚固的木柱、竹墙以及茅草屋顶。最令人印象深刻的特色是,我和朋友们被允许进入其中的一间房屋。刚一踏进去,便感受到了由泥土、稻壳灰和树胶混合后,再用牛粪加以清理而成的地面的凉意。奇怪的是,这种地面摸起来与普通的水泥地一样,既凉爽又干净,完全没有异味。随后,登上其分层式房屋的顶层后,便能看到用于烹饪的火炉、用竹子制成的隔间作为卧室,还有墙上的几个架子用来存放传统祭祀用品。
我不仅参观了房屋,还有幸坐在织布女工们身旁,聆听传统木制织布机的叮当声,同时学习纺线。这些布料日后会出售给游客。萨德村不仅仅是一个旅游目的地。它并非如此,而是一个让我们可以稍作停歇、喘口气,并重新连接上真正的努沙登加拉文化根源的空间。